*Hukum Berjalan Dengan Memakai Sendal Sebelah*
*عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ.*
Dari Abu Hurairah-radhiyallãhu taâlã ànhu ia berkata Rasulullãh-shallãhu álaihi wasallam-bersabda:{"bila salah seorang dari kalian memakai terompah (sendal) mulailah dengan yang kanan, dan bila ia melepaskannya maka mulai dengan yang kiri. Pakailah kedua-duanya sekaligus, jika mau melepas maka lepaslah kedua-duanya."} mutaffaqun àlaihi
*ﻣﺴﺄﻟﺔ: اﻟﻤﺸﻲ ﻓﻲ ﻧﻌﺎﻝ ﻭاﺣﺪ.*
Permasalahan:berjalan dengan satu sendal
*ﺫﻫﺐ اﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ؛ ﻟﻈﺎﻫﺮ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم : «ﻻ ﻳﻤﺶ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻲ ﻧﻌﻞ ﻭاﺣﺪﺓ ﻭﻟﻴﻨﻌﻠﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﺃﻱ ﻳﻤﺸﻲ ﺑﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﺃﻭ ﻳﺨﻠﻌﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﻓﻼ ﻳﺨﻠﻊ ﻭاﺣﺪﺓ ﻭﻳﻤﺸﻲ ﺑﺎﻷﺧﺮﻯ».*
Ibnu Hazmin berpendapat akan haramnya berdasarkan yang nampak dari sabda Nabi-shallãhu álaihi wasallam {janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan memakai satu terompah (sendal) Pakailah kedua-duanya sekaligus atau lepaslah kedua duanya sekaligus-maka janganlah ia lepas salah satunya lalu ia pakai yang lainnya.
*ﻭﻋﺎﻣﺔ اﻟﻌﻠﻤﺎء ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻫﺬا اﻟﻨﻬﻲ ﻟﻠﻜﺮاﻫﺔ، ﻓﻬﻮ ﻣﻦ ﺑﺎﺏ اﻷﺩﺏ ﻭاﻹﺭﺷﺎﺩ،ﻭاﻟﻌﻠﺔ ﻓﻴﻪ:*
Dan kebanyakan dari ulama berpendapat bahwa larangan dalam hadits adalah bersifat makruh yaitu dari bentuk adab dan penganjuran,dan sebab dari pemakruhan padanya adalah:
*1-ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺘﻌﺜﺮ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﺸﻲ،*
Hingga ia tidak kesulitan ketika berjalan
*2-ﺇﻧﻬﺎ ﺗﻨﺎﻓﻲ اﻟﻮﻗﺎﺭ،*
Hal itu {memakai sendal sebelah} menapikan wibawa.
*3-ﻷﺟﻞ اﻟﻌﺪﻝ ﺑﻴﻦ ﺃﻋﻀﺎﺋﻪ، ﻓﺎﻟﻌﺪﻝ ﻣﻄﻠﻮﺏ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺷﻲء،*
Agar supaya ada keadilan {keseimbangan} antara anggota tubuh dan keadilan adalah dituntut pada segala sesuatu.
*4-: ﻷﻥ ﻫﺬﻩ ﻣﺸﻴﺔ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ اﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ صلى الله عليه وسلم ﻧﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻤﺸﻲ ﻓﻲ اﻟﻨﻌﻞ اﻟﻮاﺣﺪﺓ، ﻭﻗﺎﻝ: «ﺇﻥ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻤﺸﻲ ﺑﺎﻟﻨﻌﻞ اﻟﻮاﺣﺪﺓ»، ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺻﺤﻴﺢ.*
Sebab ini adalah jalanny syetan,dan thahawiy meriwayatkan dari Abi Hurairah-radhiyallãhu ánhu-sesungguhnya Rasulullãh-shallallãhu àlaihi wasallam-melarang dari berjalan dengan satu sendal dan Beliau berkata {sesungguhnya syetan berjalan dengan sendal satu}
*ﻓﺎﻟﺮاﺟﺢ ﺃﻥ اﻟﻨﻬﻲ فيه ﻟﻠﻜﺮاﻫﺔ، ﻭﺟﻤﻴﻊ اﻟﺘﻌﻠﻴﻼﺕ اﻟﺴﺎﺑﻘﺔ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻪ. *
Yang kuat larangan pada hadits adalah bersifat makruh dan seluruh sebab yang telah berlalu cocok untuk dijadikan alasan.
📚شرح بلوغ المرام لشيخ توفيق البعداني حفظه الله تعالى📚
=====================
📝 *Ustadz Abul Hasan Thamrin Al-Bughisiy* حفظه الله
*عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَعَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِالْيُمْنَى وَإِذَا خَلَعَ فَلْيَبْدَأْ بِالشِّمَالِ وَلْيُنْعِلْهُمَا جَمِيعًا أَوْ لِيَخْلَعْهُمَا جَمِيعًا ﻣﺘﻔﻖ ﻋﻠﻴﻬﻤﺎ.*
Dari Abu Hurairah-radhiyallãhu taâlã ànhu ia berkata Rasulullãh-shallãhu álaihi wasallam-bersabda:{"bila salah seorang dari kalian memakai terompah (sendal) mulailah dengan yang kanan, dan bila ia melepaskannya maka mulai dengan yang kiri. Pakailah kedua-duanya sekaligus, jika mau melepas maka lepaslah kedua-duanya."} mutaffaqun àlaihi
*ﻣﺴﺄﻟﺔ: اﻟﻤﺸﻲ ﻓﻲ ﻧﻌﺎﻝ ﻭاﺣﺪ.*
Permasalahan:berjalan dengan satu sendal
*ﺫﻫﺐ اﺑﻦ ﺣﺰﻡ ﺇﻟﻰ ﺗﺤﺮﻳﻤﻪ؛ ﻟﻈﺎﻫﺮ ﻗﻮﻟﻪ صلى الله عليه وسلم : «ﻻ ﻳﻤﺶ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻓﻲ ﻧﻌﻞ ﻭاﺣﺪﺓ ﻭﻟﻴﻨﻌﻠﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﺃﻱ ﻳﻤﺸﻲ ﺑﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﺃﻭ ﻳﺨﻠﻌﻬﻤﺎ ﺟﻤﻴﻌﺎ-ﻓﻼ ﻳﺨﻠﻊ ﻭاﺣﺪﺓ ﻭﻳﻤﺸﻲ ﺑﺎﻷﺧﺮﻯ».*
Ibnu Hazmin berpendapat akan haramnya berdasarkan yang nampak dari sabda Nabi-shallãhu álaihi wasallam {janganlah salah seorang dari kalian berjalan dengan memakai satu terompah (sendal) Pakailah kedua-duanya sekaligus atau lepaslah kedua duanya sekaligus-maka janganlah ia lepas salah satunya lalu ia pakai yang lainnya.

Dan kebanyakan dari ulama berpendapat bahwa larangan dalam hadits adalah bersifat makruh yaitu dari bentuk adab dan penganjuran,dan sebab dari pemakruhan padanya adalah:
*1-ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﺘﻌﺜﺮ ﻋﻨﺪ اﻟﻤﺸﻲ،*
Hingga ia tidak kesulitan ketika berjalan
*2-ﺇﻧﻬﺎ ﺗﻨﺎﻓﻲ اﻟﻮﻗﺎﺭ،*
Hal itu {memakai sendal sebelah} menapikan wibawa.
*3-ﻷﺟﻞ اﻟﻌﺪﻝ ﺑﻴﻦ ﺃﻋﻀﺎﺋﻪ، ﻓﺎﻟﻌﺪﻝ ﻣﻄﻠﻮﺏ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺷﻲء،*
Agar supaya ada keadilan {keseimbangan} antara anggota tubuh dan keadilan adalah dituntut pada segala sesuatu.
*4-: ﻷﻥ ﻫﺬﻩ ﻣﺸﻴﺔ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ، ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻯ اﻟﻄﺤﺎﻭﻱ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ صلى الله عليه وسلم ﻧﻬﻰ ﻋﻦ اﻟﻤﺸﻲ ﻓﻲ اﻟﻨﻌﻞ اﻟﻮاﺣﺪﺓ، ﻭﻗﺎﻝ: «ﺇﻥ اﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻳﻤﺸﻲ ﺑﺎﻟﻨﻌﻞ اﻟﻮاﺣﺪﺓ»، ﻭﺇﺳﻨﺎﺩﻩ ﺻﺤﻴﺢ.*
Sebab ini adalah jalanny syetan,dan thahawiy meriwayatkan dari Abi Hurairah-radhiyallãhu ánhu-sesungguhnya Rasulullãh-shallallãhu àlaihi wasallam-melarang dari berjalan dengan satu sendal dan Beliau berkata {sesungguhnya syetan berjalan dengan sendal satu}
*ﻓﺎﻟﺮاﺟﺢ ﺃﻥ اﻟﻨﻬﻲ فيه ﻟﻠﻜﺮاﻫﺔ، ﻭﺟﻤﻴﻊ اﻟﺘﻌﻠﻴﻼﺕ اﻟﺴﺎﺑﻘﺔ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻪ. *
Yang kuat larangan pada hadits adalah bersifat makruh dan seluruh sebab yang telah berlalu cocok untuk dijadikan alasan.
📚شرح بلوغ المرام لشيخ توفيق البعداني حفظه الله تعالى📚
=====================
📝 *Ustadz Abul Hasan Thamrin Al-Bughisiy* حفظه الله
No comments:
Post a Comment