MAKNA KALIMAT TAUHID (LAA ILAH ILLALLAH) -bagian 03-
Oleh : Al Ustadz Fauzan Abu Muhammad Al Kutawy hafizhahullah
Dari penjelasan yang telah lalu, maka kita bisa menyimpulkan bahwa makna yang benar dari La Ilaha Illallah adalah :
لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إلَّا اللّهُ
Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah subhanahu wa ta’ala.
Diantara Dalil yang menunjukkan hal ini adalah Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
“Dialah Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Al-haq (maha benar), dan apa saja yang diibadahi selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah kebatilan, dan Sesungguhnya Dialah Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [QS. Al Hajj 62]
Ayat ini menunjukkan bahwasanya adanya sembahan-sembahan selain Allah subhanahu wa ta’ala yang diibadahi oleh orang-orang musyrik, namun sembahan-sembahan tersebut adalah sembahan-sembahan yang batil, yang tidak benar di sisi Allah Subhana waTa’ala.
Karena sebab perkara inilah, maka orang-orang musyrik menentang Rasulullah Shallallahu ‘alahi wasallam ketika diseru untuk mengucapkan Laa Ilaaha Illallohu, dan mereka mengatakan sebagaimana yang Allah firmankan:
وَقَالَ الْكَافِرُون هَٰذَا سَاحِرٌ كَذَّابٌ (٤) أَجَعَلَ الْآلِهَةَ إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَيْءٌ عُجَابٌ (٥)
“Berkatalah orang-orang kafir: Dia adalah seorang penyihir yang pendusta, apakah ia ingin menjadikan sembahan-sembahan yang banyak menjadi satu sembahan ? Sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang sangat aneh.” [QS. Shad: 4- 5]
Dan diantara makna-makna yang batil ( salah) dalam La Ilaha Illallah adalah :
1. Laa ma'buda illallah ( لا مَعْبُوْدَ إلّا اللّه) tidak ada yang disembah kecuali Allah.
Ini adalah makna yang batil, karena mengharuskan makna bahwasanya seluruh sembahan yang haq maupun yang batil itu adalah Allah.
2. Laa khaliq illallah ( لَا خَالِقَ إلَّا اللّهُ) tidak ada yang menciptakan kecuali Allah.
Ungkapan ini adalah ungkapan yang benar, namun dijadikan sebagai makna laa Ilaaha Illallaah adalah perkara yang salah karena hal tersebut juga diyakini oleh orang-orang musyrik, mereka meyakini bahwasanya Allah subhanahu wa ta’ala satu – satunya yang mencipta, mengatur & menguasai namun hal tsb tidaklah menyebabkan mereka masuk kedalam Islam, karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan manusia hanyalah dengan tujuan untuk beribadah hanya kepada-Nya semata:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” [QS. Ad Dzariyat: 56]
3. Laa Hakima illallah ( لَا حَاكِمَ إلَّا اللَّه) tidak ada yang menghukumi kecuali Allah.
Ini juga kalimat yang benar, karena satu-satunya Hakim yang benar hanyalah Allah, tapi hal tersebut bukan perkara yang dimaksudkan dalam makna kalimat Laa Ilaaha Illalloh.
4. Laa Rabba Illallah (لا رب إلا الله) Tidak ada yang mencipta, mengatur & menguasai kecuali Allah.
Ini adalah kalimat yang benar dan keyakinan yang harus diyakini setiap orang, namun menjadikan hal tersebut adalah makna kalimat Laa Ilaaha Illallohu adalah kesalahan, karena hal tersebut adalah perkara yang juga ditetapkan orang- orang kafir dizaman Nabi shalallahu alaihi wasallam.
5. Laa Maujuda Illallohu (لا موجود إلا الله) Tidak ada yang ada kecuali Allah.
Dan ini adalah makna yang paling batil dan sesat, karena kandungan ungkapan tersebut hanya mengarah kepada dua perkara :
- Bahwasanya segala sesuatu hakikatnya tidaklah ada, dan yang ada hanyalah Allah. Ini adalah ungkapan sesat yang diketahui oleh setiap orang yang berakal.
- Tidak ada yang ada kecuali Allah berarti seluruh yang ada ini adalah Allah.
Dan ini adalah ucapan kekafiran yang paling kafir.
Dan banyak lagi tafsir - tafsir yang lainnya yang bathil yang tidak sesuai dengan apa yang disebutkan oleh para ulama salaf berdasarkan dalil dari Al Qur'an dan Sunnah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.
Dan Tafsir yang benar pada kalimat Laa Ilaaha Illallohu adalah sebagaimana telah kita sebutkan :
لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إلَّا اللّه
"Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah subhanahu wa ta'ala".
Sebagaimana hal tersebut telah ditunjukkan dalam dalil-dalil yang jelas dari Al Qur'an dan Sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam.
Bersambung.
